Lecutan Semangat Era Pandemi

Lecutan Semangat Era Pandemi

Jalan-jalan kembali ramai. Mobil, sepeda, kendaraan umum kembali berlalu-lalang. Pasar-pasar mulai buka. Tempat hiburan perlahan-lahan pulih dan bangkit dari resiko akan bangkrut. Setelah berbulan-bulan melakukan physical distancing akibat pandemi Covid-19, Indonesia mulai memasuki era new normal di mana masyarakat kembali melakukan aktivitas seperti biasanya dengan menaati protokol-protokol kesehatan sesuai  anjuran pemerintah. Era normal baru atau new normal ini tidak hanya diberlakukan untuk menunjang kembali aktivitas ekonomi yang sempat merosot akibat pandemi, melainkan juga aktivitas pendidikan yang sebelumnya dilakukan secara daring atau online, kini siswa mulai aktif kembali masuk ke sekolah (luring).

Berdasarkan SE Gubernur nomor: 420/11350/101.1/2020 tentang Ujicoba PTTJ SMA/SMK/SLB di Jawa Timur, dan Nota Dinas dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur nomor: 420/5080/101.1/2020 tanggal 10 Agustus 2020, SMAN 1 Tuban menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk untuk menerapkan pembelajaran luring secara bergilir. SMA Negeri 1 Tuban membagi siswa yang mengikuti luring menjadi empat kelompok dengan setiap kelompok terdiri atas 8-9 siswa. Pembelajaran dimulai pukul 07.00-11.00. Walaupun menerapkan pembelajaran tatap muka, SMA Negeri 1 Tuban tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti :

  1. Siswa wajib membawa dan menggunakan masker sejak dari rumah.
  2. Pemeriksaan suhu tubuh di gerbang sekolah.
  3. Antre untuk mencuci tangan dan menjaga jarak sebelum masuk kelas.
  4. Langsung masuk kelas dan menempati tempat duduk sesuai dengan nomor absen.
  5. Tidak boleh berpindah tempat duduk.
  6. Selama menunggu pergantian jam, dilarang berpindah tempat dari tempat duduk masing-masing.
  7. Selama KBM, dilarang saling meminjam alat tulis.
  8. Selesai KBM, segera meninggalkan lingkungan sekolah.
  9. Membawa bekal makanan dari rumah karena tidak ada jam istirahat dan kantin tidak buka.
  10. Dilarang berboncengan dengan teman berangkat maupun pulang sekolah.

Pada tanggal 2 September 2020, SMAN 1 TUBAN kembali memberikan angket kepada para siswa secara online setelah Kabupaten Tuban berubah ke zona merah pada 26 Agustus 2020. Keputusan orang tua atau wali siswa sekali lagi menentukan nasib para siswa. Berbeda dengan sebelumnya, pembelajaran kali ini hanya diikuti oleh 13 siswa kelas XII MIPA, 25 siswa kelas XI MIPA, 22 siswa kelas XII IPS, 9 siswa kelas X MIPA, dan 4 siswa X IPS. Sehingga total siswa yang mengikuti luring sebanyak 73 siswa dan sisanya mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini di dalam suatu kelas akan dicampur dengan kelas yang lain karena keterbatasan siswa dan memudahkan guru dalam proses belajar mengajar. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tetap menjaga jarak. Sedangkan siswa lainnya tetap melakukan pembelajaran daring di rumah. Keputusan pembelajaran daring luring ini memang sepenuhnya bergantung pada izin orang tua, di mana ada yang mengizinkan untuk pergi ke sekolah dan ada yang tidak mengizinkan.

Sayangnya, melihat kondisi Tuban yang hingga kini masih dalam status zona merah akhirnya membuat sekolah memutuskan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar kembali menjadi pembelajaran daring secara penuh. Masa Era pandemi ini memang dirasa sulit bagi semua kalangan baik siswa, guru, maupun orang tua. Kendala terbesar yang dihadapi siswa selama kegiatan belajar secara daring ini adalah keterbatasan jaringan internet. Namun, semua kesulitan itu harus tetap dilewati untuk mencari ilmu pengetahuan. Semangat Belajar!

 

Penulis   : Nur Laili Alfiatin Mukharomah

Editor: Novi Mega Yustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *